Kamis, 16 April 2020

LEBAK TEMPO DULU-OLEH DUDROI

Sejarah Kabupaten lebak tidak bisa dipisahkan  dari rangkaian perjalanan sejarah Kesultanan Banten. Sebab Kabupaten Lebak merupakan bagian asli dari wilayah Kesultanan Banten seperti halnya Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang

Sebagaimana halnya kabupaten-kabupaten yang lain, yang memiliki sejarahnya masing-masing, maka Kabupaten Lebak pun memiliki sejarah tersendiri. Apabila kita telusuri Histori Kabupaten Lebak dari berbagai catatan sejarah, maka hari jadi kabupaten lebak ditetapkan tanggal 2 Desember 1828. beberapa catatan sejarah penting yang dijadikan dasar pertimbangan dalam penetapan hari jadi antara lain:

1. Wilayah Kesultanan Banten dibagi 4 wilayah
     Pada tahun 1813 tanggal 19 Maret 1813, Kesultanan Banten dibagi menjadi 4 wilayah yaitu:
     a. Banten Lor
     b. Banten Kulon
     c. Banten Tengah
     d. Banten Kidul
 
    Ibu kota Wilayah Banten Kidul teletak di Cilangkahan yang pemerintahannya dipimpin seorang Bupati yang diangkat oleh Gubernur Jendral Inggris (Raffles) yaitu Tumenggung Suradilaga

2. Berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Jendral Hindia Belanda tanggal 2 Desember 1828 Nomor  1 (Staatsblad Nomor 81 Tahun 1813 ditetapkan pembagian wilyah Keresidenan Banten menjadi tiga Kabupaten yaitu:
     a. Kabupaten Serang
     b. Kabupaten Lebak
     c. Kabupaten Caringin

Kabupaten Lebak memiliki bata-batas yang meliputi Wilayah District dan Onderdistrict yaitu:
a. District Sajira yang terdiri dari Onderdistrict Ciangsa, Somang, dan Sajira
b. District Lebak Parahiyang, yang terdiri dari Onderdistrict Koncang Lebak, Lebak Parahiyang
c. District Parungkujang, yang terdiri dari Onderdistrict Parungkujang dan Kosek
d. District Madhoor (Madur) yang terdiri dari Onderdistrict Binuangen, Sawarna dan Madhoor

3. Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Lebak
    Pada tahun 1851, tepatnya tanggal 31 Maret 1851 berdasarkan Surat Keputusan  Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 15 tanggal 17 Januari 1849, Ibu Kota Kabupaten Lebak yang saat itu  berlokasi di Warunggunung di pindahkan ke Rangkasbitung. Pelaksanaan pemindahan secara resmi  pada tanggal 31 Maret 1851. Ibu Kota sebelum di Warunggunung adalah di LebakParahiyang, Leuwidamar

4. Perubahan wilayah Kabupaten Lebak
    Wilayah kabupaten Lebak berdasarkan surat Keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda(Staatsblad Nomor 266 Tahun 18820) tanggal 29 Oktober 1882, dirubah menjadi:
    a. District Parungkujang meliputi Onderdistrict Parungkujang, Cileles, Kumpai dan Bojongmanik
    b. District Rangkasbitung meliputi Onderdistrict Rangkasbitung, Kolelet Wetan, Warunggunung dan Cikulur
    c. District Lebak meliputi Onderdistrict Lebak, Muncang, Cilaki dan Cikeuyeup
    d. District Sajira meliputi Onderdistrict Sajira, Saijah, Candi dan Maja
    e. District Cilangkahan meliputi Onderdistrict  Cilangkahan, Cipalabuh, Cihara dan Bayah.


Tanggal 2 Desember 1828, berdasarkan Staatsblad Nomor 81 tahun 1828 merupakan titik awal pembenttukan tiga Kabupaten di Wilayah bekas Kesultanan Banten, dan nama Lebak mulai diabadikan menjadi nama Kabupaten dengan batas-batas wilayah yang lebih jelas sebagaimana tercantum dalam pembagian  wilayah kedalam district dan Onderdistrict (Kewedanaan dan Kecamatan) walaupun ada perubahan nama dan penataan kembali wilayah district dan onderdistrict tersebut.
(Lebak Dalam Arus Perubahan)

Kediaman asisten residen di Rangkasbitung (1915-1926)
https://id.wikipedia.org/wiki/Rangkasbitung,_Lebak


Alun-alun Rangkasbitung (1915-1926)  
https://id.wikipedia.org/wiki/Rangkasbitung,_Lebak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEGIATAN PEMBELAJARAN